Berbagai Manfaat Vibrion untuk Ibu Hamil

Berbagai Manfaat Vibrion untuk Ibu Hamil

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama mengandung, ibu hamil bisa mengonsumsi suplemen tambahan seperti salah satunya adalah Vibrion.

Selain memastikan kebutuhan nutrisi tercukupi, suplemen makanan ini juga bisa bantu mengatasi berbagai gejala kehamilan yang mengganggu lho.

Apa saja sih gejala yang bisa di atasi oleh suplemen ini, dan apa saja manfaatnya untuk ibu hamil? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa itu Vibrion?

Vibrion adalah suplemen multivitamin yang dapat membantu memenuhi asupan nutrisi ibu hamil serta menyusui. Selain untuk ibu hamil dan menyusui, suplemen ini juga bisa digunakan untuk penderita anemia.

Suplemen ini selain berfungsi memenuhi asupan nutrisi juga bisa membantu meredakan gejala yang timbul selama kehamilan seperti morning sickness.

Berbagai manfaat ini berkat kandungan nutrisi dan vitamin yang ada di dalamnya. Berikut kandungan yang terdapat dalam setiap kapsulnya:

  • DHA: 100 mg
  • EPA 20: mg
  • Arachidonic acid (AA): 100 mg
  • Ginger extract: 200 mg
  • Zat besi (Fe fumarate): 90 mg
  • Folic acid: 800 mcg
  • Magnesium: 25 mg
  • Citrate: 200 mg
  • Vitamin A: 1,000 IU
  • Vitamin B1: 1.5 mg
  • Vitamin B2: 1.5 mg
  • Vitamin B6: 25 mg
  • Vitamin B12: 3 mcg
  • Vitamin C: 60 mg
  • Vitamin D3: 400 IU
  • Vitamin E: 10 mg.

Manfaat Vibrion untuk ibu hamil

Berkat berbagai kandungan nutrisi, vitamin, dan mineral di dalam suplemen, berikut beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh ibu hamil:

1. Meredakan mual dan muntah

Gejala morning sickness atau mual muntah pada ibu hamil memang jadi salah satu hal yang umum terjadi. Kandungan ekstrak jahe dalam suplemen ini bisa meredakan gejala tersebut.

Sebuah penelitian menemukan kalau perempuan hamil yang mengonsumsi suplemen mengandung ekstrak jahe secara rutin mengalami penurunan frekuensi mual dan muntah secara signifikan.

Kabar baiknya efek tersebut diketahui tidak akan menimbulkan efek buruk terhadap janin dalam kandungan.

2. Folic acid untuk cegah cacat lahir

Folic acid menjadi salah satu nutrisi yang wajib dipenuhi ibu hamil. Ibu hamil membutuhkan setidaknya 400 mikrogram asupan folic acid per harinya.

Ada banyak sekali fungsi dan peran dari folic acid yang berpengaruh pada kehamilan dan perkembangan bayi yang sehat.

Pada masa awal kehamilan folic acid berperan dalam pembentukan tabung saraf. Ini dapat mencegah bayi cacat lahir terutama pada organ otak (anencephaly) dan tulang belakang (spina bifida).

3. DHA untuk perkembangan otak dan mata bayi

DHA juga memegang peranan penting selama kehamilan. Docosahexaenoic acid atau DHA adalah sejenis lemak yang disebut asam lemak omega-3 yang bantu perkembangan dan pertumbuhan janin.

 DHA berperan dalam membantu perkembangan otak, retina mata, dan juga sistem saraf. Setiap ibu hamil disarankan mengonsumsi 8 sampai 12 ons makanan laut rendah merkuri yang kaya akan DHA.

Selain dari makanan, kebutuhan asupan DHA ini juga bisa didapatkan dari suplemen seperti Vibrion.

4. Vitamin B kompleks

Suplemen ini juga mengandung vitamin B kompleks yang tak kalah penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin.

Selama masa kehamilan biasanya ibu hamil menjadi lebih lelah dari biasanya. Nah vitamin B kompleks memainkan peran penting dalam kekuatan dan kesehatan ibu hamil saat bayi berkembang.

Selain itu vitamin B6 dan B12 juga bisa membantu mencegah bayi cacat lahir dan meredakan beberapa gejala kehamilan seperti morning sickness.

Itulah beberapa manfaat konsumsi suplemen Vibrion untuk ibu hamil. Semoga bermanfaat!

Bolehkah Lakukan PCR Swab Test Secara Mandiri?

Virus corona memang ada di mana-mana. Mau Anda berada di Kantor, Sekolah atau Rumah sekalipun, virus corona mungkin bersarang di benda-benda yang ada di ruangan. Namun, Anda masih bisa mencegah penyebarannya dengan mengenakan masker maupun menjaga jarak. 

Ketika tubuh terasa tidak fit, mungkin anda jadi was-was dan penasaran, apakah benar Virus tersebut sedang bersarang di tubuh. Rasa penasaran pun membuat Anda jadi coba-coba lakukan PCR Swab test Secara Mandiri. By the Way, bagi Anda yang belum tahu tentang PCR Swab test Mandiri, mungkin anda bertanya-tanya, apakah benar tes PCR bisa dilakukan sendiri? 

Apakah Benar PCR Swab Test Bisa Dilakukan Secara Mandiri? 

Harus Anda tahu, Melakukan PCR Swab Test mandiri bukan berarti membuat Anda bebas melakukan tes dengan tangan sendiri. Memang, Anda melakukannya atas dasar keinginan pribadi dan budget sendiri. Namun ternyata, Anda tetap perlu bantuan tenaga Medis ketika melakukan pemeriksaan. Kenapa?

Tentu saja karena proses pengambilan sampel tidak akan akurat bila Anda lakukan sendiri. Diperlukan tenaga profesional yang mengerti bagaimana proses pengambilan Swab Test. Selain itu, tenaga Medis lah yang paham bagaimana mengambil sampel lendir yang aman. Lagi pula, bila Anda memaksa melakukan tes tanpa bantuan nakes, hasil yang diperoleh bisa False. 

Di negara maju pun, PCR Swab Test dilakukan oleh tenaga kesehatan, tanpa adanya test sendiri. Hasil test Based on The Lab. Selain itu, tenaga kesehatan perlu latihan swab test sebelum bisa praktik. Tidak adanya pengetahuan tentang tes PCR Swab akan menimbulkan berbagai macam resiko, termasuk diantaranya: ketidakakuratan hasil swab, pendarahan pada hidung, 

Namun, Bagaimana Bila Terpaksa Lakukan Swab Sendiri?

Tetap saja, Swab sendiri sebenarnya tidak disarankan karena menimbulkan banyak resiko. Namun, bila Anda terpaksa lakukan swab sendiri, maka tindakan membeli alat test antigen mungkin bisa dilakukan.

Bagi Anda yang sedang alami mimisan, dilarang melakukan PCR Swab Test secara mandiri. Selain itu, Anda pengguna piercing pun harus mencopot terlebih dahulu tindik tersebut. Baca instruksi yang tertera, kemudian cuci tangan terlebih dahulu selama 20 detik agar terhindar dari kuman dan kotoran. 

Setelah itu, keluarkan alat swab dan taruh pada tempat yang bersih. Hindari menyentuh bagian alat swab yang tipis di tengah. Setelahnya ambil kaca untuk memudahkan Anda melihat bagian hidung. 

Masukkan ujung alat Swab test ke dalam hidung sampai dirasa mengenai ingus. Tahan rasa tidak enak pada hidung Anda supaya tidak batuk. Putar-putar alat Sawab di dalam hidung selama 10 hingga 15 detik.

Bila sudah, segera taruh ingus pada alat testing Swab, tunggu beberapa detik hingga menunjukkan hasil. Nah, bila sudah segera bereskan alat-alat Swab tersebut dan segeralah mencuci tangan dan menggunakan Hand Sanitizer. Taruh hasil PCR Swab Test ke dalam wadah yang sudah disediakan, dan tutup dengan rapat. 

Well, beberapa cara ini merupakan rangkaian steps yang bisa Anda lakukan untuk PCR Swab Test sendiri. Meski begitu, tetap disarankan untuk melakukan test dengan bantuan tenaga kesehatan. Saat ini harga tes PCR pun telah turun menjadi Rp. 400.000 dari yang sebelumnya Rp. 900.000. Berubahnya harga ini pastinya membuat biaya tes PCR lebih terjangkau. Bagi Anda yang mencari jadwal tes PCR terdekat dari kota Anda, bisa menelusuri tulisan-tulisan di sehatQ yang lainnya untuk mendapatkan informasi yang akurat. 

Pernahkah Anda berada di situasi yang mau tak mau membuat

Cara Mengatasi Efek Gas Air Mata

Cara Mengatasi Efek Gas Air Mata

Tahukah kamu cara mengatasi efek gas air mata? Seringkali kita jumpai gas air mata digunakan apabila terjadi peristiwa demonstrasi. Hal ini biasanya dilakukan aparat kepolisian sebagai usaha mengendalikan situasi.

Tentunya para pengunjuk rasa akan merasakan akibat dari gas air mata ini. Lalu, bagaimana cara para pengunjuk rasa merespon situasi ini?

Sebelum itu, tentunya Anda perlu mengetahui apa itu gas air mata. Selain itu, tahukah kamu bahwa gas air mata ini juga punya beberapa efek untuk masalah kesehatan. Lalu, bagaimana cara mengatasi efek gas air mata ini?

Gas Air Mata, Apa Itu?

Gas air mata sering digunakan aparat keamanan untuk mengendalikan situasi unjuk rasa ketika dirasa mulai menjurus pada kekisruhan. 

Gas air mata merupakan bahan kimia atau zat yang sudah berbentuk granat, tabung, atau kaleng. Biasanya, orang yang terkena gas tersebut akan mengalami rasa nyeri dan perih di mata, kulit dan wajah. 

Berdasarkan kandungannya, ada beberapa jenis gas air mata seperti chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidene malononitrile (CS), dan dibenzoxazepine (CR). 

Dari ketiga jenis itu, CN adalah yang paling beracun yang bila konsentrasinya tinggi akan mengakibatkan kerusakan lapisan mata. Sementara CS dan CR lebih aman karena sifat beracunnya lebih rendah.

Apa Saja Efek Gas Air Mata?

Gas air mata memang tidak mematikan. Meski begitu gas air mata tetap memiliki efek yang menyakitkan. 

Selain itu, beberapa jenis gas air mata juga ada yang memiliki kandungan tertentu mulai dari beracun atau bahkan punya zat yang dapat memicu perubahan kerja otak agar menimbulkan reaksi psikologi yang negatif. Lalu, apa saja efek gas air mata?

  • Mengiritasi selaput lendir mata
  • Sensasi panas terbakar di mata
  • Produksi air mata berlebihan
  • Pandangan mata atau penglihatan kabur
  • Kesulitan bernafas
  • Nyeri dada
  • Air liur berlebihan
  • Iritasi kulit
  • Bersin dan batuk
  • Hidung berair
  • Sulit bernafas dan terasa seperti tercekik
  • Peradangan pada selaput lendir mata, hidung, mulut, dan paru-paru
  • Ruam dan panas di kulit
  • Kebingungan dan disorientasi yang memicu kepanikan
  • Kemarahan intens
  • Jika sudah terkontaminasi secara berat, dapat menimbulkan muntah serta diare

Cara Menanggulangi Dampak Gas Air Mata

Gas air mata bisa mengakibatkan rasa nyeri dan perih pada mata, kulit, dan wajah. Apabila tidak segera diatasi, efek nyerinya bisa berlangsung dari sekitar 1 jam hingga 5 jam. 

Selain itu, ternyata mengoleskan pasta gigi di sekitar mata justru hanya tidak efektif, justru bisa menimbulkan iritasi pada kulit. 

Jadi, mengoleskan odol bukanlah solusi menanggulangi dampak terkena gas air mata. Ada beberapa cara menanggulangi efek dari gas air mata, khususnya saat dilapangan, yaitu.

  • Membalurkan air bersih pada area yang terkena gas air mata, untuk menurunkan konsentrasi CS pada kulit
  • Jangan menggosok mata, karena bisa mengaktifkan kristal gas air mata
  • Usahakan jangan banyak menghirup gas air mata, tutup rapat hidung dan segera lari ke lokasi aman
  • Gas air mata jadi tidak berfungsi kalau diberi air, Anda bisa menurunkan suhu tabung gas air mata dengan menyirami air
  • Setelah berada di lokasi yang aman, basuh pakaian dan bagian tubuh yang terkena gas air mata
  • Jika Anda menggunakan lensa kontak, lepaskan dan jangan digunakan lagi
  • Setelah selesai dan pulang, jangan mandi berendam. Hal ini dikarenakan bahan kimia bisa ikut terendam
  • Mandi dengan cara mengguyurkan air ke sekujur tubuh agar sisa gas air mata yang menempel di kulit ikut hanyut, termasuk membilas rambut
  • Periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi bebas dari dampak gas air mata

Demikian cara mengatasi efek gas air mata. Diharapkan untuk selalu berhati-hati saat situasi mengharuskan Anda berhadapan dengan gas air mata. Tetap tenang, jangan panik, dan lakukan hal yang harus dilakukan untuk mengatasi dampak terkena gas air mata.