5 Tips Mengajarkan Toilet Training untuk Anak Laki-Laki

Toilet training untuk anak laki-laki cenderung lebih sulit daripada untuk anak perempuan. Toilet training sendiri adalah istilah yang sering digunakan sebagai istilah pelatihan balita agar bisa menggunakan toilet untuk buang air kecil. Hal ini menjadi salah satu tahap perkembangan bagi anak dan tentu saja membutuhkan proses yang panjang dan waktu yang cukup lama. 

Kadang dengan karakter anak lai-laki yang kurang menurut dan lebih aktif. Membuat bunda menjadi stress dan pusing untuk memberikan edukasi ini. Agar terhindar dari stress, berikut ini ada 5 tips yang bisa diterapkan oleh bunda untuk memulai toilet training pada anak laki-laki. 

Toilet anak untuk membantu toilet training
  1. Lakukan pada usia yang tepat 

Pelatihan untuk menggunakan toilet tidak bisa diterapkan secara tiba-tiba pada si anak. Bunda harus melakukan pelatihan pada usia yang tepat. Di mana anak sudah bisa memahami perintah dan membiasakan diri untuk melakukan suatu kegiatan. Usia yang dianggap paling tepat untuk melakukan toilet training adalah saat usia anak menginjak 18 bulan sampai 3 tahun. 

Pada saat usia ini, anak biasanya sudah bisa menarik dan memasang celananya sendiri. Sekaligus sudah mulai mengerti bahwa buang air seharusnya dilakukan di kamar mandi dan bukan di popok saja. 

  1. Apresiasi usaha anak 

Toilet training untuk anak laki-laki bukanlah hal yang mudah, bagi beberapa anak toilet training bisa menjadi hal yang menakutkan dan memaksa. Karena itu bunda harus mengubahnya menjadi kegiatan yang menyenangkan. Bunda bisa menunjukan apresiasi setiap anak berhasil melakukan tugasnya. Seperti dengan memberikan hadiah kecil atau sekedar pujian ketika anak bisa menyelesaikan toilet trainingnya. 

  1. Gunakan toilet bayi yang lucu 

Desain toilet dewasa bisa jadi mengintimidasi bagi balita, apalagi ukurannya sangat besar, lubangnya lebar, dan suara air yang deras. Sangat mungkin membuat anak laki-laki menjadi enggan untuk buang air. Sebagai solusi, bunda bisa menyiapkan toilet khusus anak-anak, pilihlah desain yang menarik bagi anak-anak. 

Bunda bisa menyediakan toilet anak yang memiliki gambar karakter kesukaan anak. Atau mungkin toilet dengan warna kesukaan anak. Dengan begitu anak-anak akan lebih tertarik untuk menggunakan toilet daripada menggunakan toilet biasa. 

  1. Minta bantuan dari sang ayah 

Untuk anak laki-laki lebih baik jika sang ayah terlibat dalam pelatihannya terutama dalam pemberian contoh pada si anak laki-laki. Sang ayah bisa memberikan contoh cara buang air kecil pada anak laki-lakinya. Fokuskan pelatihan pada hal-hal yang mendasar saja, bunda bisa mengajarkan caranya satu per satu. Mulai dari buang air kecil sambil berdiri dulu, kemudian baru buang air besar. 

  1. Selalu konsisten 

Yang paling penting dalam toilet training untuk anak laki-laki adalah konsistensi dari sang bundanya. Anak laki-laki mungkin akan sering melakukan kesalahan pada percobaan-percobaan awal. Bunda harus bersabar dan terus memberikan penjelasan secara perlahan. Seiring dengan berjalannya waktu si anak pasti bisa buang air sendiri tanpa melakukan kesalahan. 

Biasakan anak untuk tidak memakai popok setiap malam secara konsisten. Hal ini agar si anak lebih memahami kebutuhannya akan kebiasaan barunya ini. Yaitu agar tidak mengompol di tempat tidur. 

Itulah 5 tips toilet training untuk anak laki-laki yang bisa diterapkan bunda selama mengajari anak untuk buang air di toilet. Kelima tips di atas memang terkesan sederhana namun sering kali dilupakan oleh para bunda. Bunda jangan terlalu fokus untuk mengajari anak secepatnya, namun fokuslah dengan pembentukan kebiasaan pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *