Cara Mengatasi Efek Gas Air Mata

Cara Mengatasi Efek Gas Air Mata

Tahukah kamu cara mengatasi efek gas air mata? Seringkali kita jumpai gas air mata digunakan apabila terjadi peristiwa demonstrasi. Hal ini biasanya dilakukan aparat kepolisian sebagai usaha mengendalikan situasi.

Tentunya para pengunjuk rasa akan merasakan akibat dari gas air mata ini. Lalu, bagaimana cara para pengunjuk rasa merespon situasi ini?

Sebelum itu, tentunya Anda perlu mengetahui apa itu gas air mata. Selain itu, tahukah kamu bahwa gas air mata ini juga punya beberapa efek untuk masalah kesehatan. Lalu, bagaimana cara mengatasi efek gas air mata ini?

Gas Air Mata, Apa Itu?

Gas air mata sering digunakan aparat keamanan untuk mengendalikan situasi unjuk rasa ketika dirasa mulai menjurus pada kekisruhan. 

Gas air mata merupakan bahan kimia atau zat yang sudah berbentuk granat, tabung, atau kaleng. Biasanya, orang yang terkena gas tersebut akan mengalami rasa nyeri dan perih di mata, kulit dan wajah. 

Berdasarkan kandungannya, ada beberapa jenis gas air mata seperti chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidene malononitrile (CS), dan dibenzoxazepine (CR). 

Dari ketiga jenis itu, CN adalah yang paling beracun yang bila konsentrasinya tinggi akan mengakibatkan kerusakan lapisan mata. Sementara CS dan CR lebih aman karena sifat beracunnya lebih rendah.

Apa Saja Efek Gas Air Mata?

Gas air mata memang tidak mematikan. Meski begitu gas air mata tetap memiliki efek yang menyakitkan. 

Selain itu, beberapa jenis gas air mata juga ada yang memiliki kandungan tertentu mulai dari beracun atau bahkan punya zat yang dapat memicu perubahan kerja otak agar menimbulkan reaksi psikologi yang negatif. Lalu, apa saja efek gas air mata?

  • Mengiritasi selaput lendir mata
  • Sensasi panas terbakar di mata
  • Produksi air mata berlebihan
  • Pandangan mata atau penglihatan kabur
  • Kesulitan bernafas
  • Nyeri dada
  • Air liur berlebihan
  • Iritasi kulit
  • Bersin dan batuk
  • Hidung berair
  • Sulit bernafas dan terasa seperti tercekik
  • Peradangan pada selaput lendir mata, hidung, mulut, dan paru-paru
  • Ruam dan panas di kulit
  • Kebingungan dan disorientasi yang memicu kepanikan
  • Kemarahan intens
  • Jika sudah terkontaminasi secara berat, dapat menimbulkan muntah serta diare

Cara Menanggulangi Dampak Gas Air Mata

Gas air mata bisa mengakibatkan rasa nyeri dan perih pada mata, kulit, dan wajah. Apabila tidak segera diatasi, efek nyerinya bisa berlangsung dari sekitar 1 jam hingga 5 jam. 

Selain itu, ternyata mengoleskan pasta gigi di sekitar mata justru hanya tidak efektif, justru bisa menimbulkan iritasi pada kulit. 

Jadi, mengoleskan odol bukanlah solusi menanggulangi dampak terkena gas air mata. Ada beberapa cara menanggulangi efek dari gas air mata, khususnya saat dilapangan, yaitu.

  • Membalurkan air bersih pada area yang terkena gas air mata, untuk menurunkan konsentrasi CS pada kulit
  • Jangan menggosok mata, karena bisa mengaktifkan kristal gas air mata
  • Usahakan jangan banyak menghirup gas air mata, tutup rapat hidung dan segera lari ke lokasi aman
  • Gas air mata jadi tidak berfungsi kalau diberi air, Anda bisa menurunkan suhu tabung gas air mata dengan menyirami air
  • Setelah berada di lokasi yang aman, basuh pakaian dan bagian tubuh yang terkena gas air mata
  • Jika Anda menggunakan lensa kontak, lepaskan dan jangan digunakan lagi
  • Setelah selesai dan pulang, jangan mandi berendam. Hal ini dikarenakan bahan kimia bisa ikut terendam
  • Mandi dengan cara mengguyurkan air ke sekujur tubuh agar sisa gas air mata yang menempel di kulit ikut hanyut, termasuk membilas rambut
  • Periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi bebas dari dampak gas air mata

Demikian cara mengatasi efek gas air mata. Diharapkan untuk selalu berhati-hati saat situasi mengharuskan Anda berhadapan dengan gas air mata. Tetap tenang, jangan panik, dan lakukan hal yang harus dilakukan untuk mengatasi dampak terkena gas air mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *