Periksa Gangguan Pendengaran pada Bayi Sedini Mungkin di RS Mitra Hospital Jambi

pemeriksaan pendengaran dan diagnosis bayi baru lahir di rumah sakit. bayi mengalami pemeriksaan pendengaran, emisi otoacoustic - ear baby test potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Sumber foto: istockphoto.com

“Apabila bayi Anda mengalami gangguan pada pendengaran, maka bisa jadi keadaan tersebut akan memengaruhi dan menghambat kemampuan bicara serta kemampuan lainnya. Oleh karena itu, melakukan tes pendengaran pada bayi penting dilakukan sedini mungkin. Anda bisa melakukan tes pendengaran bayi di RS Mitra Hospital Jambi.”

Gangguan pendengaran memang bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari orang dewasa hingga bayi. Jika gangguan pendengaran terjadi pada orang dewasa, maka Anda sudah bisa merasakan gejala-gejala yang timbul. Namun, bagaimana jika gangguan pendengaran tersebut terjadi pada bayi yang baru lahir?

Bayi belum bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan secara jelas, sehingga Anda tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Jika gangguan pendengaran terus terjadi tanpa adanya penanganan yang tepat, maka akan menghambat tumbuh kembang anak Anda.

Gangguan pendengaran ini bisa dialami oleh bayi, baik yang sudah dilahirkan maupun masih di dalam kandungan. Gangguaan pendengaran yang dialami oleh bayi bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti kelahiran prematur, kelainan telinga, dan lainnya.

Melansir dari health.kompas.com menurut Ketua Komite Nasional Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) gangguan pendengaran memang sulit untuk dideteksi secara kasat mata karena gangguan tersebut tidak terlihat. Maka dari itu, diperlukan tes pendengaran sejak dini.

RS Mitra Hospital Jambi yang berada di Kota Baru ini menyediakan layanan tes pendengaran pada bayi. Dengan adanya layanan ini, RS Mitra Hospital Jambi berharap gangguan pendengaran bisa diantisipasi agar tidak terjadi gangguan bicara, berbahasa, kognitif, dan juga masalah sosial serta emosional.

Terdapat dua jenis tes yang ada di RS Mitra Hospital Jambi ini. Pertama OAE yang dilakukan pada 48 jam pertama kehidupan bayi baru lahir dan masih berada di RS Mitra Hospital Jambi. Kedua akan dilanjutkan dengan tes BERA saat berumur 1 – 3 tahun jika anak diduga terdapat masalah pendengaran.

Apa itu OAE dan BERA?

OtoAcoustic Emissions (OAE)

OAE merupakan pemekrisaan yang dilakukan untuk melihat reaksi respons koklea yang timbul karena ada stimulasi suara. Biasanya tes ini akan dilakukan dengan rentang frekuensi 500 – 4000 Hz, atau bahkan sampai 12000 Hz. 

Tes OAE menggunakan sebuah alat yang diletekkan pada telinga bayi. Alat tersebut nantinya akan menghasilkan bunyi yang masuk ke dalam koklea dan juga merekam respons telinga bayi. OAE bisa dilakukan pada bayi yang berusia 0 – 6 bulan.

Brainstem Evoked Respons Auditometry (BERA)

Berbeda dengan OAE yang melihat respons koklea atau rumah siput, BERA dilakukan dengan merekam potensial listrik di batang otak sebagai bentuk rangsangan bunyi yang bisa direkam dengan alat elektrode yang ada di permukaan kulit.

Dalam tes ini akan dilihat sebuah respons dalam bentuk gelombang, di mana akan menunjukkan fungsi di bagian tertentu sistem saraf sentral atas rangsangan suara yang diberikan. .

RS Mitra Hospital Jambi menjadikan tes pendengaran BERA ini sebagai tes kelanjutan apabila anak Anda menujukkan hasil gangguan pendengaran pada tes OAE saat bayi. Namun, untuk melakukan tes BERA ini harus dibarengi dengan persiapan terlebih dahulu karena tes BERA akan dilakukan bila bayi atau anak Anda dalam keadaan tenang, atau tidur secara alami.

Jika setelah melakukan tes pendengaran di RS Mitra Hospital Jambi anak Anda dinyatakan memiliki gangguan pada pendengarannya, maka Anda bisa melakukan beberapa langkah penanganan.

Penanganan Gangguan Pendengaran pada Bayi

Ketika anak Anda mengalami gangguan pendengaran, maka langkah penangan bisa dilakukan. Beberapa langkah yang mungkin akan disarankan oleh dokter sesuai dengan jenis dan tingkatannya:

  • Penggunaan alat bantu dengar
  • Pemasangan implan koklea atau rumah siput
  • Mempelajari bahasa isyarat, ini dilakukan jika bayi sudah berusia lebih tua
  • Speech therapy atau terapi bicara

Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter yang ada di RS Mitra Hospital Jambi untuk melakukan tes pendengaran dan penanganan yang tepat untuk anak Anda. 

Apabila gangguan pendengaran pada bayi terdeteksi lebih cepat, maka peluang untuk bisa ditangani akan semakin besar, dan kemampuan mendengar serta komunikasi bayi tidak terpengaruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *