Cara Menjadi Suami Siaga untuk Membantu Ibu Hamil

Cara Menjadi Suami Siaga untuk Membantu Ibu Hamil

Saat istri Anda sedang hamil, maka pasangan Anda harus melakukan berbagai persiapan selama sembilan bulan ke depan. Anda perlu mengetahui panduan untuk menjadi suami siaga agar bisa menjadi calon ibu dan calon ayah yang dapat membantu pasangan Anda di berbagai kondisi atau situasi.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjadi suami siaga agar bisa membantu dan mendukung kondisi istri yang sedang hamil.

1. Merayakannya

Meski pasangan Anda belum terlihat seperti ibu hamil, dia mungkin sudah merasakan gejala atau tanda-tanda kehamilan. Hal ini akan membuatnya lelah, sakit, atau tidak ingin keluar rumah. Anda bisa merayakan momen tersebut dengan cara mendukung kondisi istri seperti tetap tinggal di rumah dan membantu mengatasi kesulitannya, seperti memasak makanan, atau membungkus makanan favorit pasangan apalagi jika istri Anda sedang dalam kondisi mual dan mudah muntah.

2. Perkuat Ikatan Antara Anda dan Pasangan

Anda bisa mengatakan pada istri apa yang membuat Anda jatuh cinta padanya dan apa yang paling Anda sukai darinya sekarang. Anda juga dapat bernostalgia dengan bercerita mengenai kencan pertama Anda dengannya. Hal ini penting untuk memperkuat hubungan antara Anda dan pasangan. Apalagi dalam beberapa bulan mendatang, hubungan Anda akan mengalami tantangan yang unik. Oleh karena itu, Anda perlu bijaksana untuk mempererat hubungan Anda.

3. Cari Tahu Cara dan Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai Mengabarkan Kehamilan

Mungkin Anda sangat ingin menumpahkan cerita dan segera mengabarkan kepada berbagai orang di luar sana termasuk keluarga dan teman bahwa istri Anda sedang hamil. Akan tetapi, sebaiknya tunggu sampai pasangan Anda siap. Beberapa pasangan bahkan sampai menunggu setelah kehamilan mencapai trimester pertama untuk mengabarkan berita kehamilan ini.

4. Cari Tahu Kebijakan di Tempat Anda Bekerja 

Anda perlu mengetahui kebijakan di kantor tempat Anda bekerja. Apakah ada cuti orang tua, apakah saat cuti Anda tetap dibayar atau tidak. Anda juga perlu mengingatkan pasangan untuk memeriksa kebijakan mengenai cuti hamil di tempat kerjanya.  

5. Bantu Pasangan Lebih dari Biasanya 

Pasangan Anda saat ini sedang hamil dan mengeluarkan energi lebih banyak. Hal ini akan membuat pasangan menjadi lebih lelah daripada kondisi seperti biasanya.  Oleh karena itu, mulai sekarang saatnya Anda bekerja lebih keras untuk membantu aktivitas pasangan lebih dari sebelumnya. Mulailah dengan melakukan tugas rumah seperti membersihkan rumah, menggosok toilet, membersihkan dapur dan melakukannya sendiri tanpa diminta. Anda juga bisa mulai menyiapkan makan malam dan mencuci piring.  

6. Dengarkan Ceritanya Sampai Habis 

Beberapa calon ibu merasa ragu dan cemas saat dalam fase kehamilan. Mungkin pasangan Anda merasa tertekan bahwa dia tidak akan menjadi ibu yang baik atau khawatir bahwa hubungan Anda akan berubah.  Untuk menghiburnya serta sebagai suami siaga, Anda bisa mendengarkan curahan hatinya dengan cara mendengarkan sampai selesai tanpa menghakimi atau menyuruhnya untuk tenang. Selain itu, jika Anda merasa mengalami kekhawatiran yang sama, Anda juga dapat mengutarakan perasaan Anda.  Anda tidak perlu khawatir, pasalnya kecemasan ini kerap dirasakan oleh banyak pasangan dan normal terjadi. Terbiasa membicarakan banyak hal dan benar-benar mendengarkan satu sama lain akan membantu Anda menghadapi kondisi besok saat bayi sudah lahir ketika Anda menjadi kurang tidur dan kerap memperburuk kesalahpahaman.

7. Bantu Istri Menyesuaikan Kondisi Tubuhnya

Pasangan Anda mungkin merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tubuhnya saat ini. Mungkin, istri Anda akan merasa lelah sepanjang waktu. Sebagai suami siaga, Anda bisa membantunya menjadi teman olahraganya, seperti menemaninya jalan kaki di sekitar rumah Anda.

8. Bantu Pasangan Mendapatkan Istirahat yang Cukup

Anda dapat membantu istri lebih mudah tertidur agar dapat beristirahat dengan cukup. Sebagai suami siaga, Anda dapat mempersiapkan bantal tertentu yang dapat membuatnya menjadi nyaman. Nyalakan kipas angin saat istri Anda merasa udara terlalu panas.

Itulah beberapa tips dan cara yang bisa Anda lakukan sebagai suami siaga untuk membantu mendukung kondisi pasangan saat sedang hamil. Pastikan untuk selalu peduli terhadap semua kondisi istri karena pasangan Anda sedang dalam fase yang melelahkan dan kerap mengalami kecemasan karena kondisi barunya.

Cara Mencegah dan Mengatasi Flu Pada Ibu Hamil

Cara Mencegah dan Mengatasi Flu Pada Ibu Hamil

Menjaga kesehatan saat masa kehamilan merupakan hal yang harus diperhatikan demi menjaga kesehatan ibu dan bayinya. Apabila imunitas tubuh dalam keadaan yang kurang optimal, maka sang ibu akan rentan terserang penyakit. Salah satunya adalah mengalami gejala flu, penyakit yang memiliki risiko komplikasi seperti pneumonia jika dialami oleh ibu hamil. Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengatasi kondisi tersebut? 

Terkena Flu Saat Hamil, Berbahayakah? 

Flu merupakan penyakit infeksi dari virus influenza dan dapat diatasi dengan konsumsi obat yang dijual bebas di apotek. Namun, perhatian khusus harus diberikan apabila flu dialami saat kehamilan. Sebab, ibu hamil tidak disarankan untuk bebas mengonsumsi obat pereda flu. Oleh sebab itu, ibu hamil tergolong kelompok yang rentan menderita komplikasi flu. 

Pada umumnya, flu menimbulkan beberapa gejala umum seperti batuk, demam, bersin, hingga radang tenggorokan. Gejala tersebut berpotensi memburuk apabila dialami saat imunitas tubuh melemah. Contoh komplikasi flu yang memungkinkan dialami oleh ibu hamil di antaranya adalah:

  • Infeksi sinus
  • Pneumonia
  • Bronkitis

Penyakit yang diderita tidak hanya dialami oleh  sang ibu, melainkan juga berdampak pada kesehatan bayi dalam kandungan.  Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan dua metode berikut, yaitu secara medis (mengonsumsi obat) dan cara alami. 

Cara Atasi Flu Saat Hamil

Apabila Anda adalah seorang ibu yang sedang mengandung dan mengalami flu, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter. Penanganan flu terhadap ibu hamil tergolong kompleks, sehingga harus ditangani dengan hati-hati. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?

  1. Minum Obat

Ahli menyarankan untuk tidak memberikan obat kepada ibu yang mengandung di usia 12 minggu pertama dan 28 minggu setelahnya. Periode tersebut merupakan fase krusial dimana organ sang bayi sedang mengalami tumbuh-kembang. Dalam hal ini, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait obat flu yang tepat. 

Anda perlu resep dokter untuk mendapatkan antivirus flu dan pulih dengan mengandalkan sistem imunitas. Beberapa contoh obat flu untuk ibu hamil yang bisa dikonsumsi untuk meredakan gejala adalah paracetamol. Selain itu, dextromethorphan juga dianjurkan untuk meredakan gejala batuk dan penggunaan semprot hidung untuk melegakan hidung tersumbat.v

  1. Cara Alami

Selain mengandalkan obat-obatan dari dokter, Anda juga bisa mengatasi flu dengan beberapa cara alami, seperti:

  • Istirahat yang cukup
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Berkumur dengan air garam hangat
  • Hirup uap hangat
  • Mandi menggunakan air hangat
  • Konsumsi makanan yang berkuah hangat
  • Minum teh madu dan air lemon

Uap dan minuman hangat dapat meredakan hidung tersumbat pada ibu hamil.

Tips Mencegah Flu pada Ibu Hamil

Beberapa cara berikut dianggap lebih baik daripada mengobati. Pasalnya, pencegahan dapat dilakukan apabila kita mampu membiasakan diri dengan aktivitas yang sehat. Pertama, pemberian vaksin flu bagi ibu hamil dianjurkan untuk dilakukan. Selanjutnya, Anda bisa menambah kebiasaan berikut:

  • Menjauhi kerumunan dan hindari orang yang sedang sakit
  • Terapkan etika bersin dan batuk 
  • Menggunakan tisu, kain, atau lengan baju bagian dalam
  • Cuci tangan menggunakan sabun secara rutin dengan air mengalir
  • Gunakan masker saat sakit atau saat pergi ke luar rumah 
  • Konsumsi makanan dan minuman yang sehat
  • Jaga imunitas tubuh

Meskipun tergolong sebagai penyakit umum, penyakit flu yang menimpa ibu hamil patut  untuk diwaspadai. Semuanya itu demi menjaga kesehatan sang ibu dan janin yang dikandungnya. Apabila mengalami gejala tersebut, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan.